Jumat, 04 Oktober 2013

Biobriket dari Bungkil Jarak Pagar

Bungkil jarak merupakan produk samping dari ekstraksi minyak jarak. Seiring dengan gema pengembangan bahan bakar nabati (BBN) dari minyak jarak, salah satu hal yang perlu diantisipasi adalah bagaimana mengolah limbah bungkil yang akan dihasilkan.

Buah jarak memiliki berat rata-rata 2,1 g dengan berat biji sekitar 0,53- 0,86 g. Rasio biji dengan bagian lain berkisar 70:30 (w/w), karena dalam satu buah rata-rata terdapat tiga biji. Rasio antara daging biji (kernel) dan kulit biji (shell) berkisar 60:40 (w/w) (Makkaret al. 1997). Karakteristik fisik buah jarak pagar dari beberapa varietas dapat dilihat pada tabel berikut.


 Jika produksi biji jarak 7,5-10 ton/ha/tahun, maka diperoleh kulit buah sekitar 3,21-4,28 ton , kulit biji 3-4 ton dan bungkil biji sekitar 5,25-7 ton sehingga total yang dihasilkan 11,46-15,28 ton limbah untuk menghasilkan 2-2,5 ton minyak jarak.  Presentase limbah yang cukup besar ini tentunya memerlukan pengolahan yang tepat.

Salah satu bentuk pemanfaatan limbah bungkil jarak pagar yang paling tepat adalah mengolahnya menjadi biobriket. Disamping dapat mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan, pengolahan menjadi biobriket juga dapat membantu pemerintah dalam mengatasi kelangkaan energi karena biobriket merupakan salah satu bentuk energi alternatif pengganti minyak tanah dan gas. 

Bungkil jarak sangat baik untuk dijadikan bahan baku biobriket. Sebagai limbah pengepresan, bungkil jarak masih mengandung minyak dalam jumlah kecil. Proses pembuatan biobriket dari bungkil jarak ini pun sangat mudah dan sederhana, seperti halnya pembuatan briket lainnya. Dengan demikian, selain dapat memberikan nilai tambah yang lebih pada limbah jarak, pembuatan biobriket ini juga dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bakar yang lebih murah dan mudah sebagai pengganti minyak tanah dan gas.

Selasa, 09 Juli 2013

TEKAD FORAGRIN 2013 (MALANG)




Halo sahabat Foragrin semua! Mau tahu isi kegiatan Foragrin bulan Mei kemaren di Malang? Yuk simak postingan tentang kegiatan kita dari hari pertama sampai hari terakhir, yang pasti sangat seru.






Kegiatan dimulai dengan acara sambutan yang diberikan oleh kepala Jurusan TIP Universitas Brawijaya yaitu Bapak Nur Hidayat, selanjutnya sambutan dari Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HIMATITAN) Muh. Luthfi Almer dan ketua pelaksana yaitu Vicky Anggara dari Universitas Brawijaya. Peserta yaitu anggota FORAGRIN yang terdiri dari berbagai Universitas di Indonesia dalam Jurusan TIP.  Namun delegasi Universitas yang mengikuti kegiatan TEKAD FORAGRIN ialah Universitas Gadjah Mada dengan delegasi 8 mahasiswa, Universitas Udayana (Bali) dengan delegasi 2 orang mahasiswa, Universitas Trunojoyo Madura dengan delegasi 4 orang mahasiswa, dan Universitas Beawijaya sebagai tuan rumah kegiatan ini.

1.         Talk Show Leasership Training
Acara TEKAD FORAGRIN hari pertama dimulai dengan acara Talk Show Leadership Training dengan menyisipkan game-game unik didalamnya dimana diakhir akan diulas makna dari game tersebut. Game ini terdiri dari permainan menyusun strategi pertukaran gambar buah, dimana setiap buah memiliki poin sendiri dan setiap orang harus bertukar gambar buah dengan peserta lainnya namun tidak boleh bicara atau mengeluarkan suara, hanya dengan bahasa isyarat saja. Permainan ini cukup menguras emosi dan perasaan karena kesulitan dalam barter gambar buah. Peserta yang hasil akhirnya mendapatkan poin paling banyak itulah yang akan menang. Kemudian game selajutnya ialah meyusun sebuah bangunan dengan menggunakan kertas lembaran dari majalah yang disobek.. Semua peserta dibagi menjadi empat kelompok dimana tiap kelompok mendapat tugas untuk meyusun bagian dari bangunan. Seperti  kelompok pertama bertugas membuat bagian pondasi bangunan, kelompok dua bertugas membuat badan bangunan, kelompok tiga bertugas membuat bagian atas bangunan, dan yang terakhir bertugas membuat menara. Dan jadilah sebuah bangunan yang keren.





            



         



2.         Kongres Foragrin
Setelah istirahat makan siang, kegiatan hari itu dilanjutkan dengan Kongres Foragrin dengan agenda pembahasan AD/ART. Sambil menunggu kedatangan presiden FORAGRIN yang masih ada urusan di kampusnya, maka sebelumnya diisi dengan sharing proker masing-masing Universitas. Setelah beberapa menit, pembahasan AD/ART dapat dimulai karena presiden Foragrin dan para presidium sudah lengkap. Pembahasan AD/ART berjalan dengan tertib namun sangat lama hingga pembahasan AD/ART dilanjutkan hingga malam di penginapan demi menjaga ketertiban kampus.



3.        Pembentukan IKA

Hari kedua acara TEKAD FORAGRIN dibuka dengan pembahasan mengenai pembentukan IKA (Ikatan Keluarga Alumni). Tujuan akan dibentuknya IKA sendiri dilandasi untuk membantu kepengurusan berikutnya agar dapat tetap terarah dan sesuai visi misi FORAGRIN sehingga kepengurusan berikutnya dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan job desk masing-masing dan dapat lebih mengembangkan program-program kerja ke depannya. Namun disisi lain dengan adanya rencana pembentukan IKA, badan pembina dari pihak UGM memberikan pendapat dan masukan bahwa dengan adanya suatu komunitas IKA yang strukturnya keanggotaannya belum jelas, dan  tidak ada yang akan merawat terlebih lagi maintenance alumni yang sangat susah  karena pastinya telah sibuk dengan kegiatannya sendiri ataupun urusan pekerjaan masing-masing. Sebaiknya FORAGRIN bergabung dengan APTA (Asosiasi Profesi Teknologi Agroindustri) sebagai anggota muda atau yang disebut APTA muda. APTA sendiri memiliki visi menjadi organisasi profesi teknologi agroindustri yang kreatif, mandiri dan profesional dalam pengembangan riset dan teknologi serta penghiliran hasil-hasil aplikatif sebagai pemecahan permasalahan agroindustri. Sedangkan keanggotaan APTA menurut AD/ART terdiri dari anggota biasa, anggota muda, anggota luar biasa, dan anggota kehormatan. Pengertian dari anggota muda sendiri ialah ialah mereka yang sedang mengikuti pendidikan tinggi dalam ilmu teknologi agroindustri dan ilmu teknik industri yang berhubungan erat dengan ilmu agroindustri dan terdaftar pada suatu perguruan tinggi (Potensi dari FORAGRIN). Oleh sebab itu alngkah baiknya Forangrin bersama-sama APTA memajukan bidang teknologi agroindustri Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.





4.        Launching Pusat Informasi

Launching Pusat Informasi adalah sebuah kegiatan dalam bentuk simbolis sebagai peresmian dari Pusat Informasi dimana FORAGRIN sendiri telah memiliki akun email resmi dan sebuah blog. Blog FORAGRIN sendiri berfungsi sebagai media yang mewadahi informasi-informasi terkait profil FORAGRIN, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebagai bentuk realisasi program kerja, publikasi lomba, dan memuat artikel-artikel tentang wawasan keagroindustrian di Indonesia serta informasi perkembangan teknologi industri pertanian saat ini. Diharapkan dengan adanya pusat informasi yang dikelola oleh kementrian INFOKOM dapat memperlancar komunikasi antar anggota foragrin dimana anggota berasal dari bermacam-macam universitas daerah di Indonesia. Sehingga sangat perlu adanya media penghubung agar tetap menghidupkan kabar informasi dari berbagai kegiatan foragrin di tiap-tiap universitas maupun acara nasional.



5.        Kunjungan  ke Tempat Pembuangan Akhir (SUPITURANG)

Peserta TEKAD FORAGRIN berkunjung ke instalasi pengolahan limbah di TPA SUPITURANG MALANG JAWA TIMUR. Peserta di sambut dengan ramah oleh pengelola TPA ini. Maksud diadakan kunjungan ini adalah untuk mengimplementasikan mata kuliah pengendalian limbah yang diperoleh mahasiswa TIP di bangku perkuliahan. Setelah ada pengutaran maksud kunjungan kepada pihak TPA oleh ketua rombongan, selanjutnya peserta di ajak berkeliling melihat pengolahan limbah cair dan limbah padat. Pertama peserta mendapat penjelasan pengolahan limbah cair dari septitank yang outputnya menjadi kompos dan air yang sudah bersih untuk d alirkan ke sungai. Pengolahan limbah cair ini menggunakan sistem gravitasi, sehingga proses pertama dilakukan pada tempat paling tinggi hingga proses terakhir berada di paling bawah. Tempat pengolahan limbah cair ini berbentuk kolam-kolam penampung. Selanjutnya peserta diajak untuk mengetahui proses pengolahan limbah padat. Pertama limbah padat dipisahkan menjadi limbah organik dan limbah anorganik, pemisahan limbah ini dilakukan oleh warga sekitar TPA yang ingin memanfaatkan lebih lanjut limbah anorganik. Sedangkan limbah organik hasil pemisahan selanjutnya akan diolah menjadi kompos. Peserta dijelaskan bagaimana proses pembuatan kompos yang dilakukan di unit pengolahan kompos TPA SUPITURANG. Sampah organik dipadatkan menjadi gumpalan balok-balok besar untuk didiamkan dalam jangka waktu tertentu yang selanjutnya gumpalan itu akan dihancurkan dan diayak hingga menjadi kompos yang siap pakai, kemudian kompos dikemas. Selain kompos, output yang dihasilkan dari limbah padat ini adalah gas metan. Gas metan yang ditimbulkan oleh sampah ini ditangkap dengan pipa-pipa paralon yang kemudian akan disalurkan kerumah-rumah warga disekitar TPA sebagai biogas dan pembangkit listrik. Penyaluran biogas ini dilakukan secara cuma-cuma oleh pihak TPA. Namun untuk pengembangan pihak TPA memiliki rencana untuk membangun SPBG sebagai sarana penyaluran gas metan (biogas) dengan tabung gas yang dirancang khusus untuk gas yang berbentuk gas, karena sejatinya gas LPG yang ada dipasaran itu berbentuk cair, sehingga tabung gas untuk biogas dan LPG pun berbeda. Setelah peserta mengetahui segala bentuk pengolahan limbah yang dilakukan oleh TPA SUPITURANG, peserta dari pihak FORAGRIN memberikan kenang-kenangan kepada pihak TPA dan foto bersama. Pengelola TPA SUPITURANG berpesan kepada peserta untuk selalu menjaga lingkungan agar bumi kita tetap asri.









Begitulah sedikit cerita singkat kegiatan FORAGRIN di Universitas Brawijaya, Malang. Acara Tekad Foragrin itu pun ditutup dengan acara penutupan santai dengan peserta dan seluruh panitia yang terlibat. Penutupan diisi dengan pertunjukan pentas seni, pemberian cindera mata, makan malam, dan foto bersama.

Semoga kekeluargaan FORAGRIN ini terus berlanjut hingga ke depannya dan dapat membawa perubahan bagi dunia Agroindustri di Indonesia.







~Salam Hangat, Foragrin.







Rabu, 29 Mei 2013

AGROINDUSTRIAL FAIR 2013







"Indonesia Bangga memiliki pemuda, tetapi pemuda yang dapat dibanggakan adalah yang mau berkarya, berkarya, dan berkarya untuk bangsa"

HIMALOGIN IPB Proudly Present >>> Agroindustrial Fair 2013...







Agroindustrial Fair 2013 terdiri dari serangkaian acara yaitu Expo produk agroindustri dan Gerakan Kampanye “Cintai Produk Agroindustri Indonesia”, serta berbagai macam perlombaan dan kompetisi.

Jenis Kompetisi:
1) LKTIN (SMA dan Mahasiswa maks S1)
2) Essay Produk (Pelajar SMA se-Indonesia)
3) IT Challenge (Mahasiswa D3/D4/S1 se-Indonesia)
4) Video si TinTin ( Pelajar SMA se-Indonesia)

Timeline:
 
Mei-7 September 2013 : Pendaftaran, Pembayaran, dan Pengiriman Karya
20 September: pengumuman 10 Finalis
4 Oktober        : technical meeting
5 Oktober        : presentasi finalis
6 Oktober        : penganugerahan pemenang


Contact Person
Info lomba : Nizam mustaqim (089639385059)
Info Lainnya : Imam Muharram Alitu (08569939543)
Fachru Reza Rochili (085866687732)
 
M. Raja Ihsan (08121099556)


twitter : @kicauanAF
Fanpage : https://www.facebook.com/AgroindustrialFair2013


*) Silahkan sebar ke teman-teman kampus lainnya ya :D


terima kasih
salam semangat agroindustri! :)





Jumat, 24 Mei 2013

Hi-Great 2013 (AGROTECHNOPRENEURSHIP)








 





ALUR PUBLIKASI FORAGRIN






Blog FORAGRIN digunakan sebagai media informasi untuk memuat berbagai berita, artikel, opini mengenai lingkup AGROINDUSTRI, memuat kegiatan-kegiatan FORAGRIN yang dilakukan di masing-masing Universitas ataupun saat kegiatan nasional. Selain itu dapat menfasilitasi sebagai media publikasi acara FORAGRIN sehingga mahasiswa TIP dan anggota FORAGRIN dapat saling mengetahuinya lebih jelas, mengingat FORAGRIN terdiri dari mahasiswa TIP yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk memudahkan memuat publikasi dari pihak manapun, maka dibuatlah alur publikasi sehingga isi kiriman di blog dapat di jaga dan tetap update.

Berikut rangkaian alur jika ingin mempublikasikan kegiatan, acara, poster, informasi dll terkait agroindustri dan foragrin:







Semoga dapat dimaksimalkan dan memudahkan komunikasi juga informasi-infomasi mengenai FORAGRIN ke anggota FORAGRIN, mahasiswa Teknologi Industri Pertanian, dan masyarakat luas.








- Salam Hangat, FORAGRIN.






Selasa, 14 Mei 2013

Pemerintah Terus Giatkan Bangun Industri Hilir


[BANDUNG] Pemerintah bertekat  terus meningkatkan program dan pelaksanaan pembangunan industri pengolahan (hilir). Program hilirisasi industri ini difokuskan pada industri berbasis agro yakni industri hilir sawit, kakao dan karet.   

Demikian dikatakan Menteri Perindustrian, MS Hidayat, dalam acara Worshop Pendalaman Kebijakan Industri di Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/3) malam. 

Turut hadir dalam acara bersama wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Perindustrian (Forwin) itu adalah Wakil Menteri Perindustrian, Alex W Retraubun dan para pejabat eselon I Kemenperin.   

Selain industri tersebut di atas, kata Hidayat, hilirisasi industri juga akan difokuskan pada industri berbasis bahan tambang mineral seperti industri besi baja, aluminium, nikel dan tembaga. Selain itu berfokus pada industri berbasis migas yakni industri pupuk dan petrokimia.   

Hidayat mengatakan, program hilirisasi industri berbasis agro komoditas yang akan dikembangkan antara lain industri hilir kelapa sawit menjadi minyak goreng, biodiesel dan oleokimia. 

Industri hilir kakao yakni menghasilkan cake, pasta, butter dan bubuk. Industri karet akan menjadi ban, vulkanisir ban, sarung, tangan karet, mechanical rubber goods, alas kaki.   

Dikatakan, rencana aksi pengembangan industri hilir berbasis agro yakni pertama, fasilitas pengembangan klaster industri hilir kelapa sawit di Sei Mangkai (Sumatera Utara), Dumai dan Maloy. 

Kedua, fasilitas pengembangan klaster industri kakao di Sulawesi dan Kalimantan Tengah. Ketiga, promosi investasi industri hilir berbasis agro di dalam maupun luar negeri. Keempat, mengefektifkan fasilitas tax holiday dan tax allowance untuk mendorong investasi industri hilir berbasis agro.   

Sedangkan program hilirisasi industri berbasis bahan tambang mineral, Hidayat menjelaskan, komoditas yang akan dikembangkan pada program hilirisasi industri berbasis bahan tambang mineral antara lain industri hilir besi baja, aluminium, nikel dan tembaga.   

Langkah-langkah yang akan dilakukan, yakni pemberian bea keluar untuk 65 jenis mineral. Selain itu akan disusun peta jalan (roadmap) pengembangan industri berbasis mineral dan logam yakni bauksit, tembaga, nikel dan bijih besi atau pasir besi paling lambat enam bulan sejak dikeluarkan Inpres Nomor 3 Tahun 2013 tentang Percepatan Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Pengolahan dan Pemurniaan di Dalam Negeri.   

Dan langkah yang lain, kata dia, adalah harmonisasi kebijakan pengembangan industri berbasis hasil tambang, mineral terkait dengan ketentuan divestasi, perizinan dan royalti.   

Hidayat mengatakan, program hilirisasi industri berbasis migas, industri yang akan dikembangkan antara lain, pertama, revitalisasi lima pabrik pupuk yaitu pupuk Kalimantan Timur-5, Kujang 1C, Petrokimia Gresik (PKG) II, Pupuk Sriwijaya (Pusri) II-B, Pusri - IIIB. 

Kedua, pengembangan kawasan industri Petrokimia Teluk Bintuni, Papua Barat, pertama, produk yang dikembangkan antara lain amoniak 1,2 juta ton, urea 2,3 juta ton, metanol 1,5 juta ton, polipropilena 400.000 ton.